"IMAWI BIMA NTB" DESAK PEMERINTAH DAERAH KABUPATEN BIMA AGAR SEGERA MEMBANGUN JEMBATAN ALTERNATIF DI KECEMATAN AMBALAWI
Ikatan Mahasiswa Ambalawi IMAWI BIMA NTB
Mendesak pemerintah daerah Kabupaten Bima, Pemerintah Provinsi dan pemerintah pusat
Agar segera mengatensi cepat mengenai Beberapa Jembatan Di kecematan Ambalawi
Negara Tidak boleh diam dan menutup mata Meraka wajib hadir untuk segera membuat jembatan alternatif di Ujung Kalate Desa Nipa Kecamatan Ambalawi jalan Lintas yang menghubungkan Ambalawi dan Kolo Kota Bima, Ujung Kalate itu adalah kabupaten Bima, Berada di Provinsi NTB, kenapa harus di anatirikan Ujar "Hairul Atau sapaan akrab nya Bung Irul Ambalawi" Selaku Ketua (IMAWI BIMA NTB)

Kami dari Mahasiswa dan masyarakat Meminta pemerintah daerah kab.bima, pemerintah Provinsi dan Pemerintah Pusat segera buat jembatan Alternatif
Karna kemarin telah terjadi kecelakaan Seorang bapak yang mengendarai sepeda motor di jembatan tersebut
Maka dari itu Kami Tegaskan kepada Teman2 DRPD Dapil IV Kec, Wera-Ambalawi Agar Segera melakukan komunikasi dan koordinasi agar jembatan tersebut segera di atensi cepat agar tidak menelan korban lagi. Tegas Bung Irul
Teman-Teman DPRD yang kami Harapkan Bisa mewakili aspirasi masyarakat Ambalawi -wera kini nihil dan bahkan tidak pernah kami lihat menginjakan kaki Di Ambalawi apalagi untuk merespon persoalan ini
Kami mengajak seluruh pemerintah Ambalawi Mulai dari camat dan seluruh kepala desa agar kita sama-sama merespon dan melakukan upaya komunikasi agar Ambalawi bisa di perhatikan dan bisa di lirik Oleh Pemerintah daerah, Provinsi dan pemerintah pusat
Ingat jika perjuangan ini membutuhkan darah Maka kami selaku kader Ikatan Mahasiswa Ambalawi siap untuk menghibahkan darah kami Demi kepentingan dan Kemaslahatan Ambalawi.
Kami Pastikan Bila mana Jembatan Tersebut tidak segera di Atensi dan suara kami tidak di respon Maka kami siap untuk membangun Barisan perjuangan Bersama masyarakat Ambalawi untuk menuntut keadilan Dari pemerintah Daerah, provinsi dan Pusat untuk melirik Ambalawi
Ujar nya Bung Irul.
Comments
Post a Comment