SEMMI CABANG BIMA MENDESAK PEMERINTAH KOTA DAN KABUPATEN AGAR MELAKUKAN PEMECATAN TERHADAP KEPALA BULOG CABANG BIMA KARNA TIDAK LAGI DAPAT MENYERAP JAGUNG PETANI

Mahasiswa Islam (SEMMI) Cabang Bima menyoroti kejanggalan dalam proses pembelian jagung oleh Perum Bulog Cabang Bima, yang dinilai merugikan petani. Ketua Umum SEMMI Cabang Bima, Hairul Atau sapaan akrapnya Bung Irul, menyatakan bahwa Bulog seharusnya menyerap jagung sesuai dengan Harga Pokok Penjualan (HPP) yang telah ditetapkan oleh Badan Pangan Nasional melalui Keputusan Nomor 14 Tahun 2025, yakni sebesar Rp5.500 per kilogram. "Bulog seharusnya menjalankan fungsinya dengan baik. Ketika visi Presiden Prabowo Subianto menekankan swasembada pangan dan peningkatan kesejahteraan petani, Bulog Bima justru dinilai menyimpang dari aturan dan arahan tersebut," 


 Menurut Bung Irul, kondisi di lapangan sangat memprihatinkan. Mobil-mobil pengangkut jagung mengantre panjang di sepanjang jalan Kota Bima, bahkan ada yang sampai menunggu selama satu minggu untuk bisa masuk ke gudang Bulog. "Situasi ini sangat memberatkan petani. Mereka harus menunggu lama, mengeluarkan biaya tambahan untuk makan dan tempat tinggal, sementara hasil panen mereka tidak segera diterima," tegasnya. Ia juga menilai lemahnya pengawasan dari Aparat Penegak Hukum (APH) dalam pengaturan distribusi penjualan berdampak pada kinerja Bulog yang kurang serius menyerap jagung petani. 

 "Kami menduga ada praktik nepotisme di balik lambannya proses ini. Bulog Bima diduga hanya mengutamakan orang-orang dari lingkaran keluarga atau kolega mereka" ujarnya 

Setelah di tanyakan oleh Teman-teman SEMMI Cabang Bima kepada pihak buloq.
    Yang langsung di jawab oleh kepala gudang Pak Wawan 
   Bahwa gudang Cabang Bima tidak dapat lagi menampung jagung.

Kami dari SEMMI CABANG BIMA 
Menegaskan buloq telah mengeluarkan surat edaran seharusnya mereka sudah menyiapkan Gudang-Gudang lain yang bisa menampung jagung para petani, ini malah berbanding terbalik petani harus menunggu Tampa ada kepastian yang jelas. Ujar Bung Irul selaku ketua Umum SEMMI Cabang Bima 

"Saya pastikan dalam waktu dekat kita akan melakukan konsolidasi dalam upaya membela hak-hak para petani yang ada di kota dan kabupaten bima
  Dan saya meminta agar pemerintah kota dan kabupaten bima agar segera mengintervensi persoalan ini bila perlu pecat kepala Buloq Cabang Bima" Tegas Bung Irul

Comments

Popular posts from this blog

ANTARA PENDIDIKAN DAN KESEJAHTERAAN : DIKOTOMI YANG KELIRU DALAM MEMBANGUN BANGSA

“Antara Menjaga Hutan dan Menghidupi Keluarga: Jejak Pembabakan Alam, Kesadaran Warga, dan Tanggung Jawab Negara”

KETUA PEMUDA DUSUN MAWU DALAM MENGECAM KERAS ATAS PENGGELAPAN UANG NASABAH OLEH UPC PEGADAIAN KECEMATAN AMBALAWI