SEJARAH DAN ARAHPERJUANGAN ORGANISASI SEMMI CABANG BIMA DI BAWA KEPEMIMPINAN BUNG IRUL AMBALAWI
SEJARAH DAN ARAH PERJUANGAN SERIKAT MAHASISWA MUSLIMIN INDONESIA (SEMMI) CABANG BIMA
Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia atau disingkat SEMMI lahir pada 2 April 1956, dari rahim perjuangan umat dan semangat kebangsaan mahasiswa Islam. Organisasi ini didirikan oleh kader-kader muda Syarikat Islam, sebagai wadah perjuangan moral, intelektual, dan sosial bagi mahasiswa muslim di seluruh Indonesia.
SEMMI berdiri dengan satu cita: menegakkan nilai Islam dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, serta melahirkan mahasiswa yang beriman, berilmu, dan berjiwa juang.
Dalam sejarah pergerakan Islam Indonesia, SEMMI hadir sejajar dengan organisasi besar lainnya seperti HMI, PMII, IMM, dan KAHMI, dengan watak keislaman yang moderat, progresif, dan terbuka terhadap perubahan zaman.
Dalam setiap langkah perjuangan, SEMMI berpegang teguh pada falsafah agung yang menjadi ruh gerakannya, yaitu:
“Bersih-bersih Tauhid, Sepandai-pandai Siasat, dan Semurni-murni Ilmu.”
Bersih-bersih Tauhid adalah pondasi utama. Setiap kader SEMMI wajib menegakkan keimanan yang murni, berjuang dengan hati yang suci tanpa pamrih, dan menjauhkan diri dari kepentingan duniawi.
Sepandai-pandai Siasat berarti kader SEMMI harus cerdas, strategis, dan taktis dalam membaca realitas sosial serta menempuh jalan perjuangan.
Sementara Semurni-murni Ilmu menegaskan bahwa ilmu adalah senjata utama gerakan mahasiswa—dengan ilmu yang murni dan niat yang tulus, perjuangan akan bernilai ibadah.
Tiga falsafah ini menjadi kompas moral dan arah ideologis SEMMI dalam setiap gerak dakwah dan advokasinya di tengah masyarakat.
AWAL SEMMI MASUK DI TANAH BIMA
Organisasi SEMMI baru masuk di tanah Bima beberapa tahun terakhir, dibawa oleh sosok perempuan pejuang bernama Uswatun Hasanah, yang dikenal dengan sebutan Badai NTB yang di kenal dengan pejuang koba-koba.
Beliaulah pelopor Hadirnya SEMMI di Bima — membuka jalan, menanam benih, dan melahirkan semangat baru di kalangan mahasiswa muslim di Dana Mbojo.
Dari tangan beliau, tongkat estafet perjuangan diteruskan oleh generasi muda yang berkomitmen kuat terhadap nilai Islam dan pergerakan mahasiswa.
Hingga akhirnya, tampil seorang pemuda dari Ambalawi — Hairul, atau yang akrab dikenal dengan Bung Irul Ambalawi, yang kemudian dipercaya memimpin SEMMI Cabang Bima.
KIPRAH DAN PERJUANGAN SEMMI CABANG BIMA DI BAWAH BUNG IRUL AMBALAWI
Meskipun baru berdiri, SEMMI Cabang Bima langsung menunjukkan daya geraknya.
Pasca pelantikan di Gedung Seni dan Budaya (GSG) Paruga Nae Kota Bima, SEMMI menyelenggarakan Dialog Publik Akbar yang menghadirkan tokoh-tokoh besar: para dosen, akademisi, tokoh pemerintahan, unsur TNI dan Polri, serta dihadiri oleh ratusan masyarakat dan mahasiswa.
Kegiatan ini menjadi bukti bahwa SEMMI bukan sekadar organisasi kampus, melainkan gerakan sosial-intelektual yang mampu mempersatukan berbagai unsur masyarakat dalam ruang dialog, gagasan, dan perjuangan.
Di bawah kepemimpinan Bung Irul Ambalawi, SEMMI Cabang Bima telah melahirkan kader-kader berkualitas, tangguh secara ideologi dan tajam secara intelektual.
Saat ini SEMMI Bima memiliki tiga komisariat aktif, yakni:
Komisariat Cokro Aminoto di Tamsis Kota Bima,
Komisariat Nurkholis Madjid di Kampus Umbo, dan
Komisariat Ibnu Khaldun di Universitas Muhammadiyah Bima.
Masing-masing komisariat menjadi basis perjuangan yang menanamkan nilai Islam, memperkuat solidaritas, dan menumbuhkan kesadaran sosial di kalangan mahasiswa.
Sebagai organisasi baru, SEMMI Bima tentu menghadapi tantangan yang berat: keterbatasan sumber daya, konsolidasi internal, dan pengakuan eksternal.
Namun di bawah kepemimpinan tegas Bung Irul Ambalawi, SEMMI berhasil menembus sekat-sekat itu.
Kini SEMMI Cabang Bima diakui secara luas oleh lintas organisasi kepemudaan nasional, diundang dalam berbagai forum besar, serta aktif dalam Aliansi Mahasiswa dan Rakyat Bima (AMRB) — wadah perjuangan yang pernah mengguncang Bima lewat aksi-aksi besar menuntut keadilan sosial dan hak-hak rakyat.
STRUKTUR DAN LANDASAN ORGANISASI
SEMMI bernaung dalam sistem organisasi yang jelas dan berjenjang, dari Pengurus Besar(PB), Pengurus Wilayah (PW), Pengurus Cabang (PC), hingga Komisariat (KOM) di tingkat kampus.
Organisasi ini memiliki AD/ART sebagai dasar hukum dan pedoman kerja yang mengatur arah, tujuan, serta etika perjuangan.
PENUTUP: SEMMI SEBAGAI CAHAYA PERADABAN BARU DI BIMA
Kini, di bawah kepemimpinan Bung Irul Ambalawi, SEMMI Cabang Bima berdiri kokoh sebagai gerakan moral, intelektual, dan sosial.
Dengan falsafah perjuangan “Bersih-bersih Tauhid, Sepandai-pandai Siasat, dan Semurni-murni Ilmu”, SEMMI meneguhkan diri sebagai organisasi Islam yang berkomitmen pada perubahan dan keadilan.
Dari tanah Mbojo, SEMMI memancarkan cahaya Islam yang mencerahkan, menggerakkan hati mahasiswa untuk berpikir, berbuat, dan berjuang — bukan hanya demi almamater, tapi demi umat, bangsa, dan kemanusiaan.
SEMMI Bima hadir bukan untuk sekadar eksis, tetapi untuk mengabdi dan melawan ketidakadilan.
Dari masjid kampus, dari jalanan aksi, hingga ruang-ruang diskusi —
Nama SEMMI terus bergema, membawa semangat perubahan dan dakwah peradaban baru bagi Bima dan Indonesia.
Comments
Post a Comment